You are here: Home > Cerita Kami > Mencintai dengan Sadis bersama Akber Bali

Mencintai dengan Sadis bersama Akber Bali

Kemarin 15 april 2012, Gdebook berkesempatan untuk ikut serta dalam acara akademi berbagi bali (@akberbali) dengan tema “mencintai dengan sadis”. Acaranya berlangsung di Restoran OenPao Renon. Acara ini dipandu oleh Daniel Prasatyo, seorang Guru Bahasa Indonesia untuk Orang Asing di CintaBahasa.com sebagai pembicaranya.

Diawali dengan perkenalan-perkenalan singkat, acara ini pun dimulai. Pembahasan pertama membahas mengenai definisi dari cinta, kagum dan nafsu/desire. Nah kawan gdebook, ayooo apa beda ketiga hal itu?

Menurut Daniel Prasatyo (@daprast), cinta itu adalah sesuatu yang berasal dari hati, sedangkan kagum itu berasal dari pikiran jadi selalu ada alasan dari suatu kekaguman. Nah sedangkan nafsu itu, letaknya tidak pernah kita tahu. Ayooo sapa yang udah pernah jatuh cinta, tahukan bedanya apa??? Hehehhe ^_^

Pernah nggak denger tentang hubungan yang dimulai tanpa cinta? Itu mungkin nggak? Ternyata hal itu mungkin banget loo. Karna cinta itu bisa tumbuh, seperti pepatah dari mata turun ke hati. Begitu melihat timbul rasa kagum hingga turun kehati, selanjutnya dipupuk menjadi chemistry (ramuan kimia) yang pas. Namun alangkah indahnya  dalam suatu hubungan jikalau cinta itu dimulai dari awal. Rasanya lebih gimana gitu… brrrr

Tapi sayangnya kerap kali juga kita mendengar si A pacaran sama si B Cuma 1 minggu aja putus, si D pacaran sama si E udah 5 tahun masih putus juga. Nah kenapa itu bisa terjadi? Apakah cinta memiliki usia? Hhheehh emm… cinta dapat tumbuh, cinta juga bisa pergi.. begitu ada kekaguman, ada hubungan tapi cinta tidak tumbuh maka cinta akan pergi…. -__-,

Biasanya cinta itu mulai menghilang saat penjalin hubungan mulai memperhitungkan apa yang sudah dia lakukan. Pernah nggak kalian berpikir “aku kan sudah nganterin kamu, aku kan sudah……….” Nah itu berarti kamu sudah mulai perhitungan tuh.

Lalu apa itu mencintai?  Mencintai itu memberi cinta, sifatnya satu arah  dan tidak pernah menuntut. Biasanya orang yang mencintai, biasanya dilanjutkan dengan menjalin hubungan. Dalam menjalin hubungan tidak lupa menggunakan rumus komitmen, kepercayaan, dan yang terpenting meniadakan ruang untuk curiga. Diatas itu ingat Komunikasi adalah kunci dari segalanya.

Menurut @daprast jika memiliki pacar laki-laki akan lebih baik bila komunikasi dilakukan dengan menatap matanya, karna lelaki lebih lama ingat dengan apa yang dipandangnya, nah kalo yang pacarnya perempuan kuncinya adalah dipendengarannya.

Lalu mengapa mencintai dengan sadis? Mencintai dengan sadis karena mencintai tanpa kekerasan. Mencintai dengan pengertian dan kasih sayang. Seperti suatu saat ketika pacar nggak pernah ada kabarnya, sudah ditelpun berkali-kali nggak diangkat. Keesokan harinya baru pacar datang ke rumah, maka berilah ia pelukan, bukan cacian  dan makian. Maka pacar itu akan menyesal karena tidak memberi kabar dan membuat kamu khawatir. Rasa bersalah itu akan lebih menghukum dibandingkan cacian dan makian.  Itulah mengapa mencintai dengan sadis….

Sesi dilanjutkan dengan tanya jawab, banyak juga yang curcol loo disini hehehe ^_^ tapi semua terlihat puas dengan sesi berbagi kali ini. @daprast juga menginformasikan jika ingin tahu lebih jauh tentang mencintai dengan sadis bisa juga dengan membaca bukunya yang akan terbit sekitar akhir mei ini. Pemesanan dapat melalui @akberbali

Bagaimana kawan gdebook, sangat menginspirasi sekali kan?? Nah itu cerita kami, bagaimana dengan ceritamu????

Tags: , , , , , ,

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

One Response to “Mencintai dengan Sadis bersama Akber Bali”

  1. [...] Cerita AKber:  blog Komunitas Baca GdeBook] Tweet!function(d,s,id){var [...]

Leave a Reply